Tampilkan postingan dengan label guru kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru kreatif. Tampilkan semua postingan

22 Maret 2015

Teachers on Vacation Garut Sumedang

Pada hari Sabtu, Minggu, 21-22 Maret 2015, rombongan teachers lagi mau liburan dulu nih.. mau menyusuri Jawa Barat.
tujuan lokasi adalah kota Garut dan kota Sumedang.
Yuk.. ah.. cusss!!

Pagi-pagi sekali, matahari pun belum nampak, kami sudah bersiap untuk ke destinasi pertama! yaitu.. Kota Garut!

Perjalanan panjang sekitar 8 jam baru sampai di kota ini. Awalnya kami berencana mau mampir ke Kawah Darajat yang indah banget itu, namun apa daya lalu lintas padat merayap, macet cetttt!
Akhirnya kami memutuskan untuk putar balik, padahal baru setengah perjalanan.

Untuk membeli oleh-oleh khas Garut, kami mampir ke toko coklat dodol alias Chocodot ~


Setelah itu, kami meluncur ke Sumedang dan langsung check in ke hotel Puri Mutiara Sumedang untuk menginap semalam.

Keesokan harinya kami jalan-jalan pagi ke alun-alun Masjid Agung Sumedang dan Museum Pangeran Geusan Ulun.

Masjid Agung Sumedang




Berpose di depan museum

at Food Court Griya Sumedang


Sekian cerita singkatku jalan-jalan ke kota Garut & Sumedang Jawa Barat. Kota ini masih sangat hijauuu dan segarrr..

Kapan-kapan semoga bisa mampir lagi!

Terima Kasih buat Ms Rika dan Pak Dhea sebagai sponsor utama jalan-jalan kali ini..
Ditunggu trip berikutnyaaa :D



19 Maret 2014

Membuat Bando Telinga Mickey

 Kali ini saya akan menjelaskan tentang membuat bando telinga Mickey, apabila ingin membuat model lain bisa disesuaikan saja polanya.

Ini dia cara untuk membuat bando telinga Mickey:
1.       Siapkan alat dan bahan nya:
-          Kain Flanel berwarna gelap (Hitam atau Coklat Tua)
-          Bando Polos
-          Gunting
-          Lem Kain (Boleh lem fox atau UHU)
-          Jarum + Benang untuk menjahit
-          Karton




2.       Buatlah pola telinga Mickey dengan karton, besarnya telinga disesuaikan sendiri.
3.       Tempel kain flanel bagian depan dan bagian belakang telinga rekatkan dengan lem, agar telinga dapat berdiri tegak, Lapisi kain tersebut dengan karton atau kardus susu (sesuai dengan pola),
4.       Sambungkan dengan bando, jahit bagian bawah sehingga kencang dan tidak mudah lepas.

5.       Kalau mau buat Telinga Minnie berarti tambahkan pemanis, seperti pita pink atau merah.



Bagaimana, Cukup Mudah bukan ? 


WARNING :
Do not repost my blog without any permission, thank you.

02 November 2013

Mural Project 2013

Preschool tempatku bekerja mempunyai project baru, yaitu Mural Project. Hal ini karena ingin menambah kesan baru untuk tahun ajaran baru 2013/2014. Awalnya aku agak ragu karena aku belum pernah sama sekali menggambar di dinding. Tapi, karena Miss Rika sangat optimis bisa berhasil maka, kami mencobanya.

Langkah pertama menentukan tema. Ms Rika menginginkan tema Panda, karena lebih simpel. Aku jadi semangat deh, temanya PANDA! Yay!

Langkah kedua, aku mencari inspirasi searching gambar-gambar panda di internet. Lalu menggambar ulang di kertas. Setelah fiks gambarnya yang akan dibuat, maka kami Start Projectnya!

Langkah ketiga, cat dasar putih pada tembok agar lebih fresh dan gambar menjadi lebih baru. Siapkan cat minyak dan kuasnya.

Langkah keempat, aku membuat sketsa gambar pada tembok dengan pensil. Agak-agak gimana gitu, karena ini kali pertama aku gambar di tembok!

Langkah kelima, Miss Rika bagian yang mengecatnya, dibantu oleh Miss Nevi di bagian rumput, Hahaha! :D


And... finally our Mural Project is Finish!



Setelah project panda berhasil, kami mengembangkan ke tembok yang lain.




Tahun ajaran baru kali ini lebih fresh karena suasana yang baru!

Be Creative, Be Inspiring!



Project Team: Ms Rika, Ms Isna, Ms Nevi, Ms Tuti, Ms Yani
All Teachers : @FunKidzJakarta

Tidak hanya untuk dinding sekolah TK, mural ini juga bisa diaplikasikan untuk menghias dinding kamar tidur atau rumah anda!

09 Juli 2012

Tips menghadapi anak ‘nakal’ dan ‘bandel’

Mengajar di sekolah nonformal atau di PKBM merupakan sebuah anugrah buat saya. Karena dengan mengajar disini, saya bisa mengenal lebih banyak siswa istimewa. Istimewa bagaimana? Mereka datang dari berbagai macam latarbelakang, dan mayoritas adalah anak-anak putus sekolah dengan alasan yang beragam. Ada yang karena dikeluarkan dari sekolah, ada yang karena mogok sekolah, atau ada juga yang merupakan pilihan hidupnya (tidak memilih jalur sekolah formal). Tak jarang saya menemukan anak yang smoker addicted, alcoholic, atau jagoan tawuran.
Memang pada awalnya saya agak kaget dan lumayan pusing menghadapi siswa-siswa ekstrim ini. Tapi, lama kelamaan, setelah saya mendekati mereka lebih dekat dan bicara dari hati ke hati, saya jadi bisa memahami mereka. Ternyata mereka mempunyai alasan mengapa seperti itu. Dan mereka pun masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki diri demi masa depan mereka. Itulah yang membuat saya kagum dan senang mengajar disini. Tempat yang memberi saya banyak pelajaran hidup yang belum tentu bisa saya temukan di sekolah formal.
Berikut ini ada tips menghadapi siswa yang ekstrim tersebut yang saya ambil dari blog Guru Kreatif. Semoga bermanfaat untuk para pendidik PKBM khususnya yang lebih banyak menghadapi siswa-siswa seperti ini.
Kalau saja guru tahu latar belakang masalah perilaku muridnya, maka ia akan merasa iba dan kasihan
Tips menghadapi anak ‘nakal’ dan ‘bandel’
Saya pribadi tidak setuju dengan judul diatas karena cap atau label nakal mudah sekali diberikan guru jika ia merasa tidak sanggup mengendalikan perilaku siswanya. Siswa yang nakal kebanyakan akan menanggung cap tersebut selama tahun-tahun ia berada di sekolah yang sama. Jika seorang anak mendapat cap nakal di tahun pertama ia bersekolah maka lazimnya cap itu akan melekat terus.
Uniknya ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Bagi seorang guru yang mengajar di sekolah yang berbasiskan agama maka semua anak ‘jalanan’ atau yang hidupnya di jalan akan dikatakan sebagai anak nakal. Tidak heran karena di sekolah tsb segala perkataan anak dijaga dan diperhatikan. Anak tidak boleh berkata kasar dan sebagainya. Sedangkan untuk anak yang hidup di jalan, bahasa sehari-hari mereka memang kata-kata yang menurut kita ‘kasar’ dan tidak pada tempatnya.
Dengan demikian mari sebagai pendidik mulai untuk mengurangi memberi cap negatif. Karena cap negatif sangat relatif dan punya standar dan ukuranberbeda.Hal yang bisa guru lakukan adalah mendekonstruksi kembali cap anak nakal.
Menurut saya tidak ada yang namanya anak nakal, yang ada adalah;
  • anak yang kurang kasih sayang orang tua. Ia berulah negatif di kelas karena ia perlu perhatian. Bagi anak seperti ini, teriakan marah guru seperti ‘belaian’ dikupingnya karena dirumah ia bahkan jarang ada yang memperhatikan
  • anak yang terkena bully dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnya karena ia adalah ‘korban’ dan berusaha untuk membalas dendam
  • anak yang kedua orang tuanya mengalami masalah perkawinan. Baginya kehidupan sudah tidak nyaman lagi. Kedua orang tua yang seharusnya melindungi sedang berkonflik hal ini yang menjadikannya tidak fokus saat di kelas dan menjadikannya biang onar di kelas.
Daftar diatas bisa bertambah lagi dengan sederet hal lain yang bisa dipandang sebagai penyebab dari ‘kenakalan seorang’ anak.
Jika di kelas anda ada anak yang berkategori nakal ini saran saya;
  • stop ucapkan atau hentikan cap nakal pada anak tersebut. Katakan “saya pikir yang orang lain katakan tentang kamu itu tidak benar, menurut saya kamu lebih baik dari yang orang bilang” dengan demikian anak tersebut merasa ada orang yang masih percaya padanya.
  • cari terus info lengkap mengenai tara belakang keluarga atau info apapun demi membuat anda jadi lebih pengertian dan sabar dalam menghadapi perilakunya
  • tetap bersabar dan berdoa untuk anak tersebut. Ucapkan nama anak tersebut dalam doa ketika anda selesai beribadah, maka saat menghadapi ulahnya saya yakin guru akan dikaruniai kesabaran.
  • Beri ia kepercayaan. Mulai dari yang kecil, biarkan ia membawakan barang-barang anda ke ruang guru sampai jadikan ia pemimpin dalam suatu kesempatan di kelas.
  • Tangkap basah saat ia berbuat baik, puji ia saat itu juga, atau dengan tulisan dengan secarik kertas.
  • Saat menegur katakan “minggu ini kamu sudah banyak kemajuan, kenapa sekarang kok berulah yang negatif lagi?’
  • Katakan “saya bangga kamu bisa berubah’ bukan “saya senang kamu bisa berubah’. Jika anda katakan senang maka ia akan berubah demi menyenangkan anda sebagai gurunya. Sementara perasaan bangga dari guru murni terjadi karena guru bangga akan sikap yang muridnya perbuat.
  • Katakan “saya percaya kamu pasti bisa memilih hal yang paling baik untuk diri mu sendiri dan bisa berubah’.
Menghentikan sikap anak yang negatif hanya bisa dimulai dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati.
Jika setahun bersama anda ia belum juga berubah percayalah di tahun berikutnya ia akan berubah, jika belum berubah juga percayalah bahwa ia akan ingat ada satu guru yaitu anda yang selalu percaya padanya.
Source: 
http://gurukreatif.wordpress.com/2013/05/17/tips-menghadapi-anak-nakal-dan-bandel/