11 Mei 2014

Manfaat Memelihara Hewan untuk Anak-Anak

Adik saya yang bernama Zidan, dari kecil dulu suka sekali memelihara hewan. Mulai dari kura-kura, ikan, dan kucing. Memelihara hewan di rumah memang tidak mudah, karena membutuhkan kesabaran, dan ketelatenan dalam merawatnya. Menyanyangi makhluk Allah dengan sepenuh hati selain seru dan bernilai ibadah, ternyata juga memiliki banyak manfaat untuk psikologis. Kali ini saya akan membahas tentang manfaat memelihara hewan di rumah untuk perkembangan psikologis anak yang saya kutip dari berbagai sumber di internet. Berikut di antaranya:

1. Menumbuhkan sikap tanggung jawab

Memelihara hewan tentunya menuntut sikap tanggung jawab karena anak diajarkan untuk berkomitmen untuk merawat hewannya dengan teratur memberinya makan, dan membersihkan kandangnya.
Saya jadi ingat dulu, adik saya  Zidan, yang hobi sekali memelihara hewan, dia sedang membersihkan akuariumnya sendiri.  Saat itu, saya meminta bantuannya untuk membelikan sesuatu di warung. Dia mengiyakan namun tidak segera pergi ke warung. Saya memohon untuk segera ke warung karena penting.
Saya : Dan, tolong ke warung dulu, bersihin akuariumnya nanti lagi.
Zidan: Nanti dulu ka, aku bersihin dulu, kalau aku ke warung sekarang, nanti aku malah ga bertanggung jawab sama ini. *masih asik membersihkan akuarium*
Saya speechlesh karena dia udah ngomongin tanggung jawab, okelah kalo begitu. Toh yang dari awal dia mau memelihara ikan di rumah sudah berjanji sama Mama untuk merawatnya dengan baik. Rupanya, dia bersungguh-sungguh memegang janjinya, sehingga saya tidak berani menggangunya lagi.

2. Menumbuhkan rasa empati yang tinggi dalam diri anak

Anak yang memelihara hewan akan mempunyai rasa kasihan yang dalam terhadap hewannya yang sakit. Hal ini akan menumbuhkan rasa kasih sayang di dalam dirinya. Tentu saja hal ini sangat penting untuk perkembangan kecerdasan emosionalnya. Anak juga belajar bagaimana memberikan cinta yang tulus. Sebab, hewan peliharaan seringkali melukainya, misalnya dicakar atau digigit, namun anak tetap menyayangi hewan tersebut setulus hati karena ia tahu sebab ia mencakar/menggigit adalah cara/naluri hewan untuk melindungi diri.
Cerita tentang adik saya lagi, Zidan yang suka banget sama Kucing.  Dulu, ada kucing tetangga kami yang suka main ke rumah. Sebut saja namanya Pussy.  Adik saya sering bermain dengan kucing itu. Anehnya, kucing itu sepertinya lebih suka tinggal di rumah kami dibanding di rumah aslinya (di rumah tetangga saya). Kalau kucing itu mau melahirkan pun, mencari tempat di rumah saya. -_- Suatu hari, Zidan mendapat kabar dari si pemilik kucing bahwa kucingnya mati mendadak. Zidan menyempatkan diri untuk menghadiri pemakamannya (Di kubur di depan rumah si Pemilik).  Di raut wajahnya Nampak jelas dia sedang berduka. Dia sering menyendiri di samping jendela memandang ke jendela mengenang saat-saat si Pussy datang mengajak bermain atau minta makan. Namun, sosok kucing itu sudah tidak ada lagi. Saya yang melihat adik saya begitu jadi ikutan sedih, walaupun tiap si Pussy masuk rumah, sering saya usir berhubung saya punya sedikit trauma dengan kucing. -_- Saat itu saya mengetahui bahwa ternyata kematian hewan juga dapat membawa kesedihan yang mendalam bagi pemiliknya. (Pussy udah dianggap zidan kucingnya sendiri. xD)
Beberapa bulan setelah kematian Pussy, Zidan mengadopsi anak kucing yang ia temui di kebun saat ia bermain. Berbeda dengan Pussy, anak kucing itu berjenis kelamin jantan dan ia beri nama Oishi yang  katanya singkatan dari Otot Kawat Tulang Besi. Hahaha. Walaupun beda jenis kelamin, wajah si Pussy dan Oishi ini hampir mirip berkulit putih coklat. Kucing itu ternyata tidak jantan tidak betina, cute semua. Haha.
Zidan dan Baby Oishi

3. Pembelajaran tentang kehidupan


Manfaat lain yang didapat jika anak memiliki hewan peliharaan adalah ia dapat mengenal kehidupan dengan lebih baik. Hewan peliharaan tentunya akan kawin, mempunyai pasangan, menikah dan akhirnya meninggal. Hal itu dapat digunakan sebagai analogi jika anak bertanya kelak ketika sudah agak dewasa


Untuk cerita kali ini, saya menceritakan hewan Zidan yang sudah ‘menikah’. Hewan itu adalah kura-kura Brazil yang ia pelihara dari kecil. Zidan mempunyai beberapa ekor kura-kura. Dulu punya empat atau lima ekor, sekarang tinggal tiga ekor. Dan tidak disangka setelah 7 tahun berlalu, kura-kura itu ada yang sudah bertelur. Namun karena tidak tahu mana yang jantan mana yang betina, Zidan kesulitan untuk memisahkan si betina yang mungkin sedang hamil. Dan anehnya, kura-kura itu hanya bertelur saat di air, sehingga telur yang dikeluarkan selalu pecah karena terbentur dasar atau terinjak, padahal kura-kura kalau bertelur di pasir. Memang masih harus banyak belajar mengenai bagaimana memelihara kura-kura.

Saya sendiri kurang telaten apabila harus memelihara hewan di rumah. Sehingga memang tidak memelihara apapun. Hanya melihat adik saya saja di rumah yang bermain dengan hewan peliharaannya di rumah. Namun, saya suka mempelajari tentang hewan yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Saya suka membaca buku tentang hewan, menonton video tentang hewan seperti si National Geographic Channel atau pergi ke kebun binantang untuk melihat tingkah laku hewan liar sambil mengambil foto-foto binatang di sana.. Hewan membantu keseimbangan alam.  Jadi sudah seharusnya kita membantu melestarikan hewan demi kelestarian bumi ini. Jika tidak dapat memeliharanya, minimal kita tidak mengganggunya atau menyiksanya.


We Love Pets! :D

Baca Juga :
Event - Serunya FunKidz Pet Day 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write down your comment here / Tulis Komentar disini